Wednesday, March 27, 2019

Dia lagi

Segalanya terasa berat, langkah mulai perlahan. Perut yang semakin membuyut mengendung benih cinta hasil kasih dan sayang.

Hari-hari berlalu sangat perlahan. Aku masih menanti mengharap cinta yang menghilang itu kembali. Aku yakin dia akan tetap datang, aku yakin sayang dan kasihnya pada aku.

Ikrar cinta kami walau di lihat rapuh, walau bagai setitis embun.. aku tetap dengan keyakinan yang dia tetap akan kembali.

Perut yang membonyot ini bukti cinta kami, aku usap dengan kasih sayang setiap kali ada gerakan oleh insan kecil didalamnya.

'sabar sayang... daddy akan datang' pujuk aku atau yang sebenarnya lebih memujuk hati sendiri.

Aku sedang duduk di padang memandang sekumpulan remaja yang sedang bergembira bermain bola sepak bila Makcik Ngah memanggil.

'Aniz, ada orang datang' panggilnya dalam nada biasa. Tiada nada kejutan tiada apa-apa... datar.

Aku mengangguk perlahan, bangun mengusung perut menjengah ke luar ruang tamu.

Tiba-tiba seluruh urat ini bergoncangan, rama-rama kecil berterbangan di abdomenku.

'Allah, dia datang.. terima kasih Ya Allah' aku berbisik didalam hati.

Dia tersenyum melihat aku yang comot menghampiri. Tiada tanda terkejut dengan keadaan aku, dia seolah mengetahuinya.

Aku bergegas menyalami tangannya dan menciumnya. Mata aku mulai basah.

'Ya Allah, aku rindu... rindu yang sangat' aku berbisik.

Lama aku cium tangannya sehinggalah dia menolak dagu aku mengadap ke wajahnya. Air mata aku yang begitu galak di sekanya.

'kita balik' bisiknya sebaik melepaskan salam aku dan mencium dahi ini.

Aku pantas mengangguk. Apa lagi yang aku harapkan.

Aku seolah dipukau dan terus mengikutnya keluar. Tanpa berkemas, tanpa membawa apa2..

'ya kita balik' balas aku, walau aku sendiri tidak pasti ke mana dan apa...

Aku dungu.. dan aku lupa segalanya.. yang aku tahu aku terseksa menunggu dia dan kini apa lagi yang perlu aku tunggu.

Dia memegang tangan aku memimpin keluar. Tanpa berpaling aku mengikut.

Rama-rama masih di abdomen.

'Ya Allah, perasaan ini masih sama... terima kasih Allah'

Aku mengurut perut yang memboyot ini, aku bisikkan daddy sudah datang menjemput kita. Bersedialah untuk bersama.

Kami tiba di rumahnya...

Dan aku di panggil seseorang, apabila aku berpaling aku sudah di tempat lain...

Ya Allah... aku bermimpi lagi...

Lagi lagi mimpi tentang dia...

Allah lepaskan perasaan ini, kami tak selayaknya bersama...

Aku tahu...

No comments:

Post a Comment

I like to see your comment...