Rindu inilah peneman
Maka biarkanlah ia
Pernah
Aku berjanji untuk berhenti
Namun rindu ini bukan biasa-biasa
Memang
Sememangnya hati ini sakit
Namun rindu terlalu kuat menggengam hati
Bibir yang mengata benci
Bibir juga yang mengungkap cinta
Namun hatilah segalanya
Setia yang bodoh
Kata mereka
Biarlah...
Kerana hati ini tertutup rapat
Tertutup seadanya...
Dengan segala cebisan kenangan yg berbaki
Aku kutip satu persatu
Aku susun seadanya
Biarlah
Aku tunggu hikmah itu
Kerna Dia yang Esa berjanji
Aku tunggu
Haraplah ada kesabaran
Haraplah iman yang tebal
Haraplah simpati Dia yang Esa
Airmata...
Sesekali melewati rindu...
Fikiran menyekat dengan akal
Sudahlah.. biarkan saja disini seperti ini
Aku baik-baik sahaja
Aku kirimkan pada angin
Aku yang setia ditiup bayu lembut
Hikmah..
Aku tunggu dengan iman
Kerana Dia yang esa berjanji
Dan aku tunggu janji itu
Walau duka lara aku bersahutan
Berpanjangan
Tiada tepian...
Resah hati.. gundah pilu
Nyah saja warna-warna hitam pekat
Aku berusaha berenang mencari apungan
Dia yang Esa kan ada...
No comments:
Post a Comment
I like to see your comment...