Akal akan sentiasa membisik, lepaskanlah. Inikan kerja tuhan dan lagipun kaulah yang meminta kerana sendainya dia bukan untukmu, kau rayu tuhan untuk menghilangkan dia dari hidupmu..
Tuhan melakukan yang sebaiknya. Menghapuskan dia dari dibelenggumu, menarik dia dari terus tenggelam dalam khayalan bersama yang tanpa sedar menggalak penempatan di neraka tuhan. Ia kan dimurkai..
Namun kadangnya hati yang dangkal menurut nafsu meronta setelah segala ingatan tentang memori-memori indah yang tercipta dahulu menghentam jiwa.
Ya.. itulah rindu. Rindu yang kerap menyinggah apatah lagi dialah satu-satunya yang sangat memahami, sangat mencintai dan dicintai, satu-satunya jiwa yang terjalin bersatu dan serasi bersama.
Memori yang tiada kelat, seindah-indahnya ingatan melekat terpahat. Bagaimanakan untuk rindu tidak bertandang.
Selama hidupnya, dialah satunya ada yang sangat memahami dan melayannya sebagai seorang puteri dan dimanjai terlebih2.
Di mana ada tangan yang setia menggengam dan kerap menghembus nafas panas ketika sejuk sebelum ini ? Tiada !
Tiada pernah ada insan yang memanjainya bagai seorang puteri..
Ya.. ia rindu. Sangat !
Dia harus memadam semua.. demi tuhan, dia lakukan ini demi atas nama Allah yang satu. Yang menjanji syurga untuk dan menjauh mungkar. Apalah sangat rindu di dunia yang sementara sedangkan syurga Allah itu luas dan kekal. Akal akan terus melayan dan memujuk hati.. sabarlah. Allah kan lebih tahu...
Airmata tak biasa merembis lagi...
Cukuplah hati yang berdarah...
Dia rawat sendiri.. sambil menepis sisa-sisa kenangan. Biarlah perlahan... perlahan.
Dia tahu janji Allah benar, janji Allah pasti. Sesuatu yang diletakkan atas nama Allah pasti ada barokah. Sabarlah.. tunggulah..
Belum waktunya Allah memberi
Belum waktunya Allah memberi
Allah kan lebih tahu
Akal akan sentiasa memujuk hati. Kadangnya hati begitu patuh mengikut akal namun kadangnya nafsu membelenggu hati yang dangkal, menarik-menarik jiwa menjadi gundah, menjadi rindu, menjadi sengsara. Tika itu akal lembut memujuk mencari ruang kesalahan untuk hati melupakan.
Percayalah... janji Allah ada, dan Allah tidak akan mensiakan...
Allah kan ada.. Allah kan yang menepati janji...
No comments:
Post a Comment
I like to see your comment...