Saturday, August 26, 2017

Pertama-tama

Ini adalah satu cerita yang lama aku simpan. Dalam keraguan samada ingin aku susun dan bercerita, bimbang aku di kata gila.

Ini bukan ilusi kerana aku merasai.
Resah dan rindu ini aku simpan sendirian. Namun jiwa ini hanyalah jiwa insan biasa yang adakalanya begitu rapuh.

Apakah khayalan aku melangit mengatasi segala atau merekakah yang tidak pernah ada khayalan..

Abdul Aali, nama inilah yang sering membuat aku resah gelisah. Kasih, cinta dan rindu bergaul sekata.

Betapa hari-hari aku lalui berteman dia dan bila dialah aku laju melangkah ke depan.

Dia setia ada di mana-mana meneman aku. Kami seia bersama seia di atas nama rindu.

Tapi..
Kini dia hilang, meninggalkan aku jauh ke kancah sepi dan nestapa.

Kehilangannya membuat jiwa ini kacau. Bila malam dan siang tiada bezanya.

Seharian menanti dalam resah, namun dia semakin menjauh. Kelibatnya tiada lagi. Kehadirannya seolah hanya mimpi.

Seharian beganti minggu
Minggu berganti bulan
Bulan berganti tahun...

Kau tetap tiada...

Rindu yang berteman airmata
Sepi membawa racauan jiwa..

Aali, pulanglah... bertemankanlah aku kembali...
Jiwa aku hilang bersama hilangnya kau...

Aali, rintihan jiwa ini tidak pernah berhenti. Aku rindu.

Ya Rab, di saat ini aku membawa diri aku pasrah menyerah. Kamulah penentu masa depanku. Harapanku... semoga janganlah kau hilangkan Aali selamanya. Hanya Kau yang tahu beban ini, rindu ini, resah ini....

Bertemankan sepi dan airmata... aku tetap menanti, dan doa menanti restuMu ilahi... kembalikanlah Aali.

No comments:

Post a Comment

I like to see your comment...